materi

pengantar zainal!

Foto(198)

Indonesia di kagumi oleh negara lain karena banyaknya kebudayaan di dalamnya. Perbedaan kebudayaan itu membuat

perdaban di indonesia menjadi beragam. Salah satu dari kebudayaan itu adalah seni tari trdisional di berbagai daerah.

Kesenian tari tradisional menggambarkan kehidupan di daerah tersebut. Sehingga seni tari tradisional dapat di katakan

sebagai lambang dari peradaban dari masing-masing daerah. Seni tari sangat diperlukan di berbagai aspek kalangan

seperti pada saat penyambutan calon-calon pemimpin di berbagai masing-masing daerah. Tari tradisional juga di

lakuakn pada saat pestarakyat di berbagai daerah. Namun kesenian tari tradisional lambat laun senakin memudar atau

bisa di katakan hampir punah di karenakan semakin majunya jaman di Indonesia. Bahkan seni yang dulunya berasal

dari Indonesia sekang banyak di ambil oleh negara lain atau di klim loeh negara lain. Ini membuktikan bahwa kesenian

di indonesia hampir memudar karena kemajuan jaman.

PEMBAHASAN

Seni Tari

3606_ctg_umum_654

Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari

berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak

pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton.

Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari

meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep

koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan

dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek

keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat

multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan

teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar

atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting

kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat

pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol

dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah

sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.

Unsur Pokok Tari

hudog7gi2

Media memiliki 2 pengertian, yaitu bahan dan alat. Bahan baku tari adalah gerak dan tubuh manusia sebagai alat untuk

mengungkapkan ide, perasaan, dan pengalaman. Gerak tari terbentuk karena adanya kombinasi tenaga, ruang dan

waktu di dalam setiap gerak tari maka ketiganya disebut sebagai unsur pokok tari

Tenaga adalah kekuatan yang mendorong terjadinya gerak. Jenis tenaga adalah berat/ringan, kuat lemah.

Ruang adalah tempat untuk bergerak. Tempat untuk bergerak yang bersifat harfiah, contohnya panggung terbuka,

panggung tertutup. Sedangkan bersifat imajinatif tercipta karena benda-benda di panggung dan karena gerakan penari,

arah gerak penari, teba gerak, tinggi rendah penari pada waktu menari.

Waktu adalah tempo yang diperlukan penari untuk melakukan gerak. Waktu tergantung dari cepat lambatnya (tempo)

penari dalam melakukan gerakan, panjang pendeknya ketukan (ritme) penari dalam bergerak dan lamanya (durasi)

penari melakukan gerakan.

Unsur Komposisi Tari

tarisamanaceh

Pengetahuan komposisi tari adalah pengetahuan yang berhubungan dengan bagaimana memilih dan menata gerakan

menjadi sebuah karya tari. Pengetahuan komposisi tari mempelajari tentang desain lantai, desain atas, desain musik,

dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata pentas, tata lampu dan tata suara.

Desain lantai, desain atas, desain musik, dramatik, dinamika, tema, tata rias dan busana, tata pentas, tata lampu dan

tata suara disebut sebagai unsur komposisi tari.

Desain lantai adalah garis-garis lantai yang dilalui oleh seorang penari atau garis yang dibuat oleh formasi penari.

Desain atas adalah desain yang dibuat oleh anggota badan yang berada di atas lantai. Desain musik adalah pola ritmik

dalam tari. Desain dramatik adalah tahap-tahapan emosional untuk mencapai klimaks dalam sebuah tari. Dinamika

adalah segala perubahan di dalam tari karena adanya variasi-variasi di dalam tari. Tema adalah ide persoalan dalam

tari. Tata rias dan busana adalah rias wajah dan pakaian untuk mendukung penampilan penari di atas pentas. Tata

pentas adalah penataan pentas untuk mendukung pergelaran tari.

Seperangkat benda yang berada di atas pentas untuk mendukung pergelaran tari disebut dengan setting.

Tata lampu adalah penataan seperangkat lampu di pentas untuk mendukung pergelaran tari. Tata suara adalah

penataan seperangkat alat sumber bunyi untuk tujuan pengaturan musik iringan tari, pada waktu pergelaran tari

berlangsung.

tahapan-tahapan dalam penentasan tari

1. persiapan

- pemilihan penari.

- latihan: meliputi penataan gerak,komposisi dalam tari,penatnaan music.

- alat dan bahan : meliputi kostum penari,alat music,make up,lighthing dan properti.

2. pertunjukan

- penguasaan panggung

- penguasaan music

- pebguasaan gerak

- penguasaan lighthing terhadap penonton

3.klasifikasi ulang pementasan

-kekurangan dalam pementasan

Nama Tari-Tarian Khas Daerah Adat Budaya Nasional – Kebudayaan Nusantara Indonesia

1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD

Tari Tradisional : Tari Seudati, Tari Saman Meuseukat

tari_saman1

2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut

Tari Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor

jan-ber-23-nari-1

3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar

Tari Tradisional : Tari Piring, Tari payung

wqwq

4. Provinsi Riau

Tari Tradisional : Tari Tanduk, Tari Joged Lambak

tari_cokek2

5. Provinsi Jambi

Tari Tradisional : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan

Tarian-Pembukaan

6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel

Tari Tradisional : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek

1_968744693l

7. Provinsi Lampung

Tari Tradisional : Tari Jangget, Tari Melinting

tari1

8. Provinsi Bengkulu

Tari Tradisional : Tari Andun, Tari Bidadei Teminang

jaipong

9. Provinsi DKI Jakarta

Tari Tradisional : Tari Topeng, Tari Yapong

images

10. Provinsi Jawa Barat / Jabar

Tari Tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak

images

11. Provinsi Jawa Tengah / Jateng

Tari Tradisional : Tari Serimpi, Tari bambangan Cakil

images

12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta

Tari Tradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya

Tarian Tradisional

13. Provinsi Jawa Timur / Jatim

Tari Tradisional : Tari Remong, Tari Reog Ponorogo

tari-remo

14. Provinsi Bali

Tari Tradisional : Tari Legong, Tari Kecak

15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB

Tari Tradisional : Tari Mpaa Lenggo, Tari Batunganga

16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT

Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng

17. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar

Tari Tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung

18. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng

Tari Tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai

19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel

Tari Tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu

20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim

Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gong

21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut

Tari Tradisional : Tari Maengkat, Tari Polo-palo

22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng

Tari Tradisional : Tari Lumense, Tari Pule Cinde

23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra

Tari Tradisional : Tari Dinggu, Tari Balumpa

24. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel

Tari Tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas

25. Provinsi Maluku

Tari Tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele

26. Provinsi Irian Jaya / Papua

Tari Tradisional : Tari Musyoh, Tari Selamat datang

27. Provinsi Timor-Timur / Timtim

Tari Tradisional : Tari Wira, Tari Suru Boek

vidio tari tradisional

dari daerah bali!!!

Budaya Seni Pertunjukan Tradisional adalah elemen budaya yang paling konkret yang bisa segera ditawarkan kepada

wisatawank karena sifat universal seni tari dan musik sebagai pengiringnya lebih mudah untuk dinikmati (diapresiasi)

wisatawan tanpa perlu keterlibatan yang mendalam; dan mudah dipaket/dikemas untuk didatangkan ke hotel-hotel,

termasuk dipertontonkan ke luar negeri dalam wujud misi kesenian untuk promosi pariwisata. Reputasi seni

pertunjukan tradisional Bali sudah diakui secara luas baik oleh para spesialis maupun wisatawan kebanyakan. Seni

pertunjukan adalah salah satu aset terpenting bagi citra pariwisata budaya. Budaya Seni Pertunjukan Tradisional

adalah elemen budaya yang paling konkret yang bisa segera ditawarkan kepada wisatawank karena sifat universal seni

tari dan musik sebagai pengiringnya lebih mudah untuk dinikmati (diapresiasi) wisatawan tanpa perlu keterlibatan

yang mendalam; dan mudah dipaket/dikemas untuk didatangkan ke hotel-hotel, termasuk dipertontonkan ke luar

negeri dalam wujud misi kesenian untuk promosi pariwisata. Reputasi seni pertunjukan tradisional Bali sudah diakui

secara luas baik oleh para spesialis maupun wisatawan kebanyakan. Seni pertunjukan adalah salah satu aset terpenting

bagi citra pariwisata budaya.

Secara umum seni pertunjukan Bali dapat dikatagorikan menjadi tiga: wali (seni pertunjukan sakral) yang hanya

dilakukan saat ritual pemujaan; bebali pertunjukan yang diperuntukkan untuk upacara tetapi juga untuk pengunjung;

dan balih-balihan yang sifatnya untuk hiburan belaka di tempat-tempat umum. Pengkatagorian ini ditegaskan pada

tahun 1971 oleh Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (LISTIBIYA) Bali sebagai respon dari semakin

merambahnya pertunjukan untuk pariwisata ke seni-seni yang sifatnya sakral. Pertemuan ini merekomendasikan agar

kesenian yang sifatnya wali dan bebali tidak dikomersialkan. Bandem dan deBoer dalam bukunya Kaja and Kelod:

Balinese Dance in Transition secara rinci mengklasifikasi berbagai seni pertunjukan yang ada di Bali hingga awal tahun

1980-an. Tergolong ke dalam wali misalnya: Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede; bebali seperti:

Gambuh, Topeng Pajegan, Wayang Wong; dan balih-balihan diantaranya: Legong, Parwa, Arja, Prembon, dan Joged.